INFINITE LOVE (Chapter 10b~end)

Infinite Love 10.2

Title                 : Infinite Love (Chapter 10b – END)

Author             : Bee678

Rating             : Teenager

Length             : Chapter

Genre              : Romance

Cast                 : Nam Woohyun, Park Jiyeon

Other cast        :Im Jaebum, Jung Soo Jung (Krystal), INFINITE Member’s

Disclaimer       : 100% original buatan author kecuali castnya..Say No to tukang fotokopi (Plagiat!!)

*cuap2:  END!! END!! END!! HUAAAAAA!!!! Puji Tuhan selesai juga FF ini! walaupun agak terseok-seok..hahahah..Ini FF series (partnya banyak) pertama yang aku selesaikan..hahahahah..senengnyaaa!! Thx buat para reader yang udah kasih support lewat komentar2nyaa..maap yaa ini SERIUS panjang banget part ini..abis kalo di potong lagi jadi 3 part ribet lagi..nunggu lagi..hohoho..semoga udah panjang tapi ga mengecewakan..tapi kalo mengecewakan, mianhe!! kasih saran and kritik aja..owh, ya terakhir, mu minta masukannya (maap banyak maunya), untuk FF selanjutnya genrenya mu apa? romance gini lagi ato fanatasy kaya UTM? ato ada yang lain mungkin? terus paringnya sapa? yang lagi ‘HOT’ sapa ya sekarang? hohohoho..okeh dehh..banyak banget ya ngomongnya..cap cus..happy reading..GBU All ^^

“YAA! CEPAT BANGUN SEKARANG JUGA DAN SEGERA LIHAT BERITA! MANTAN NAMJA CHINGUMU ITU SUDAH GILA!” tukas Jieun sukses membuat kesadaran Jiyeon terkumpul semua.

Jiyeon langsung terlonjak dari tempat tidurnya dan buru-buru menuruni anak tangga menuju ruang tengah di mana biasa ia menonton televisi. Ponselnya yang masih terhubung dengan Jieun, dibawanya tanpa ia tempelkan di telinga.

Yeoja ini langsung meraih remote TV yang terletak di atas meja dengan tangannya yang kosong lalu menekan salah satu tombolnya. Detik berikutnya TV 21 inci di hadapannya itu menyala. Jiyeon duduk di sofa rumahnya dengan melipat kedua kakinya hingga lutut dan dagunya hampir bertemu. Ia juga tidak lupa menggigiti kuku ibu jarinya, seperti yang biasa dilakukannya saat gugup.

“Nam Woohyun, salah satu member INFINITE, idol group popular saat ini baru saja menyatakan sesuatu yang mengejutkan” terdengar suara reporter yeoja dari layar kaca. Detik berikutnya terlihat situasi sebuah konferensi pers dimana ketujuh member INFINITE duduk berjajar dibalik meja panjang. Kilauan blitz ikut meramaikan suasana di lokasi itu. Tidak lama kemudian, namja yang menjadi sorotan mengeluarkan suaranya.

“Aku tahu ini adalah konferensi pers untuk membahas konser kami kemarin. Tapi kupikir saat ini merupakan saat yang tepat untukku mengumumkan sesuatu.” Woohyun terdiam sebentar dengan tangan yang masih memegang microphone. Selanjutnya ia menatap kamera di depannya lalu tersenyum. “Aku sudah memiliki seseorang yang kucintai.” ungkapnya disusul suara riuh para wartawan di sana yang berbanding terbalik dengan eksperesi Jiyeon yang seperti mayat hidup.

“Siapa gadis itu? Apakah dia juga seorang penyanyi atau dari kalangan artis?” tanya seorang reporter pria. Woohyun menggeleng.

“Dia hanya seorang mahasiswi biasa yang penting untukku.” jawab Woohyun sementara keenam member lainnya hanya menyimak dengan senyum simpul di wajah mereka.

“Di mana kalian bertemu?” “Sudah berapa lama kalian berhubungan?” “Apakah member lainnya juga mengetahuinya?” Pertanyaan demi pertanyaan terus dilontarkan para wartawan untuk menanggapi pernyataan Woohyun tadi.

“Tenanglah. Aku akan menjawab pertanyaan kalian satu-persatu.” tukas Woohyun lalu membenarkan posisi duduknya sebelum kembali berbicara. “Aku mengenalnya sekitar 4 tahun yang lalu. Saat itu aku masih menjadi seorang trainee di Woolim. Aku bertemu dengannya secara tidak sengaja. Waktu itu aku sedang merasa frustrasi dan hampir menyerah pada mimpiku sebagai seorang penyanyi. Tiba-tiba saja yeoja ini datang menghampiriku. Dia memberiku sebotol air mineral dan sapu tangan. Hanya dua kalimat yang diucapkannya waktu itu. Ini, bersihkan lukamu dan kembalilah bersemangatl Kau pasti bisa melaluinya dengan baik! Awalnya kupikir yeoja ini sangat aneh. Dia tidak mengetahui apapun tentangku tapi bisa mengatakan hal itu. Tapi saat aku melihat senyum tulusnya, aku tidak berkutik. Aku beruntung karena ia tidak sengaja menjatuhkan kartu pelajarnya saat meninggalkanku sehingga aku dapat menemuinya lagi. Kalau kalian bilang ini cinta pada pandangan pertama, aku setuju akan hal itu.” Woohyun menutup ceritanya sambil terkekeh canggung. Wajahnya merona merah.

Jiyeon menganga mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut namja di TV itu. Terharu. Kata itu tepat untuk menggambarkan perasaan Jiyeon saat ini. Yeoja ini bergeming. Matanya tak berkedip sedikitpun bahkan tubuhnya pun masih tetap di posisi yang sama.

“Dua hari sebelum aku debut, tepatnya saat ia berulang tahun, aku memintanya untuk menjadi kekasihku. Atas bantuan para hyung dan dongsaengku ini aku berhasil. Ia menerimaku dengan segala persyaratan yang aku ajukan, yaitu ia rela bersedia menjadi yeoja yang tak terlihat di depan umum karena peraturan perusahaan yang tidak mengijinkanku berpacaran. Kalian tahu, kupikir ia tidak akan tahan dengan semua itu. Tapi ternyata aku salah. Dia sangat kuat dan sabar. Dia selalu mendukung dengan tulus semua yang kulakukan sebagai seorang member INFINITE. Bahkan dia rela mengorbankan kebahagiaannya sendiri demi mimpiku.” ungkap Woohyun lalu terdiam sejenak, mengingat kehadiaran Soojung diantara mereka. Para wartawan yang hadir semakin antusias dan penasaran terhadap kelanjutan pernyataan Woohyun. Sedangkan keenam member lainnya hanya mengangguk-anggukan kepala mereka sesekali, menyetujui semua yang dipaparkan Woohyun.

“Apa semua ini ada hubungannya dengan kondisimu beberapa bulan terakhir? Dan apakah benar berita yang menyatakan kau dicampakan seorang gadis?” tanya seorang reporter wanita yang sukses membuat hati Jiyeon mencelos. Woohyun tersenyum menanggapi pertanyaan wartawan berkacamata tadi. Ia menghela nafas perlahan sebelum menjawabnya.

“Iya. Aku sempat putus dengannya beberapa bulan yang lalu. Dan seperti yang kalian katakan tadi, itu memang sangat mempengaruhiku. Aku tahu itu tidak professional dan aku sangat meminta maaf akan hal itu. Waktu itu aku benar-benar tidak bisa mengendalikan emosiku sendiri. Karena alasanku untuk melanjutkan karirku telah meninggalkanku. Ne, mungkin ini terdengar berlebihan. Tapi apa yang kukatakan tadi adalah benar. Sejak aku bertemu dengannya, dialah yang menjadi alasanku untuk terus mengejar mimpiku.” kata Woohyun lalu namja itu menunduk untuk beberapa saat.

Tanpa disadarinya, setetes air mata mengalir di pipi yeoja yang terus memusatkan pandangannya pada layar datar di hadapannya. Kata-kata Woohyun yang terakhir membuatnya terenyuh. Bahkan ia sendiri baru mengetahuinya. Mengetahui kalau selama ini dialah yang menjadi alasan baru untuk seorang Nam Woohyun berdiri di atas panggung.

“Dan masalah mencampakan?” tanya Woohyun meyakinkan. Sekali lagi ia menghela nafas berat sebelum meneruskannya, “Awalnya aku pun berpikir seperti itu. Tapi kemarin, ya, tepat kemarin setelah konser kami usai, aku mengetahui kebenarannya. Kebenaran yang membuatku terlihat sangat bodoh. Selama ini aku menuduhnya yang tidak-tidak padahal sebenarnya yang ia lakukan hanyalah mencoba untuk melindungiku. Melindungi INFINITE dan para Inspirit lainnya.”

“Woohyun-shi, apa bisa kau jelaskan lebih rinci yang dimaksud dengan melindungi INFINITE dan para Inspirit?” tanya wartawan berkacamata tadi.

“Maaf, untuk yang satu itu aku tidak bisa menjelaskannya lebih lanjut karena terlalu banyak yang akan menderita nantinya.” tolak Woohyun disambut kekecewaan pers yang hadir.

“Kalau begitu, apa alasanmu mengatakannya sekarang? Bukankah kau telah membohongi fans kalian dengan seperti ini?” tanya wartawan lain yang disetujui hampir seisi ruangan, membuat situasi konfrensi pers tersebut semakin menegang.

Jiyeon pun ikut menegang. Jantungnya berdegup semakin cepat menunggu jawaban Woohyun. Otak, mata, telinga, dan panca indera lainnya benar-benar difokuskan pada televisi. Ia bahkan tidak menyadari kalau sedari tadi ada orang yang menekan bel rumahnya.

“Yaa, Park Jiyeon, apa yang sebenarnya kau lakukan? Mengapa kau tidak membukakan pintu?” omel Tae Hee sambil berjalan dari ruang dapur. Orang yang diajak bicara tetap bergeming. Tae Hee berdecak kesal sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berjalan menuju pintu rumahnya.

“Alasanku hanya satu. Aku ingin memintanya kembali menjadi kekasihku. Tapi ia menolakku kemarin. Gadis itu bilang, ia takut kalau hal sebelumnya terjadi lagi. Maka dari itu, setelah meminta persetujuan member lainnya, aku memutuskan untuk mempublikasikannya. Ini caraku untuk membuat gadis itu percaya. Aku mohon para Inspirit untuk mendukungku dan mendoakanku. Aku juga minta maaf sebesar-besarnya pada publik, khususnya Inspirit karena telah menyembunyikannya.” ujar Woohyun lalu ia berdiri dari duduknya kemudian membungkukkan tubuhnya 90o.

Perasaan bersalah bergejolak di dada Jiyeon saat melihat pemandangan itu. Air matanya terus mengalir tiada henti. Otak Jiyeon terasa beku seketika. Ia benar-benar tidak menyangka kalau Oppanya itu bisa berbuat senekat ini.

“Terakhir, aku ingin berterima kasih pada para member INFINITE yang selalu berada di sisiku dan mendukungku, maaf aku telah banyak merepotkan kalian. Dan yang pasti, yang ingin ku katakan saat ini…” Woohyun menggantung kalimatnya. Ia terdiam beberapa saat sambil menatap ke arah kamera seperti sedang menatap mata Jiyeon langsung. “Jiyeon-ah, saranghamnida! Nae yeojachinguga dweojullae?” ujar Woohyun mengakhiri.

“Jiyeon-ah…” panggil seorang namja di saat bersamaan. Yeoja yang baru saja dipanggil namanya itu menoleh. Wajahnya sudah basah dengan air mata.

“Jaebum-ah, ottoke?” tanya Jiyeon lirih sambil menatap namja pirang yang baru saja masuk ke rumahnya diikuti ibunya sendiri dibelakangnya.

***

“Apa yang sekarang akan kau lakukan?” tanya Jaebum di halaman belakang rumah Jiyeon. Yeoja ini menggeleng sebelum menjawabnya.

“Aku tidak tahu. Aku tidak bisa berpikir saat ini. Menurutmu, apa yang harus kulakukan?” tukas Jiyeon balik bertanya.

“Tolak dia!” jawab Jaebum santai tanpa berpikir. Jiyeon segera menoleh ke arah namja yang duduk di sampingnya. Matanya membulat mendengar jawaban temannya itu. “Wae? Ada yang salah? Aku hanya mengutarakan pendapatku saja. Lagipula bukankah kau yang bertanya padaku?” sambung Jaebum yang risih pada tatapan Jiyeon.

“Aniyo. Aku hanya tidak menyangka kau akan menjawabnya secepat itu. Aku juga tidak menyangka jawabanmu seperti itu.” tukas Jiyeon lalu mengalihkan pandangannya ke tanaman hias milik Eommanya.

“Jadi apa yang kau harapkan dari jawabanku? Kau ingin aku memintamu untuk menerimanya? Nona, bisakah kau sedikit memperhatikan perasaanku?” ujar Jaebum yang terdengar seperti sindiran. Jiyeon kembali menoleh dan untuk beberapa saat mata mereka berdua bertemu.

“Maaf. Aku tak bermaksud mengabaikan perasaannmu. Tapi…”

“Tapi itu yang kau lakukan selama ini.” sela Jaebum menusuk sukses membuat Jiyeon merasa bersalah. Yeoja itu kembali menunduk sambil menggumamkan kata maaf dari mulutnya. Detik berikutnya sebuah jitakan kecil mendarat di atas puncak kepala Jiyeon.

“Aww!”

“Yaa, aku hanya bercanda! Jangan kau masukan ke dalam hati. Sejak melihatmu memeluk namja itu saat ia mabuk, aku sudah tahu bahwa tidak ada lagi tempat kosong dihatimu untukku. Aku sudah berusaha untuk melupakanmu, walaupun masih sulit sampai sekarang.” ucap Jaebum jujur sambil ikut memandang tanaman bonsai milik Tae Hee. Jiyeon kembali mengalihkan pandangannya pada namja di sampingnya. Jaebum mengehela nafas berat sebelum kembali berbicara, “Makanya, kalau kau menolak namja itu, artinya kau tidak menghargai usahaku untuk melepaskanmu! Dan aku tidak akan memaafkan hal itu! Araso?!” omel Jaebum sambil menatap lawan bicaranya. “Heh, yeoja cengeng! Tidak perlu membohongi dirimu sendiri! Orang bodohpun akan tahu kalau kau masih sangat mencintai namja itu. Apa kau mau kehilangan kesempatan ini begitu saja? Percayalah padaku, itu rasanya sangat menyakitkan.” sambung Jaebum terdengar seperti seorang motivator.

“Tapi…”

“Tidak ada kata tapi lagi! Terima dan jalani saja! Lagipula setelah tadi ia membeberkan semuanya di depan publik, apa kau masih tega untuk menolaknya? Tidak mempercayainya?” kata Jaebum tidak sabar. “Aku bahkan tidak berani membayangkan apa yang akan bosnya katakan dan bagaimana tanggapan fansnya nanti.” sambung Jaebum pelan hampir berbisik.

“Ah, matta! Aku harus menanyakan bagaimana pendapat Woollim sajang-nim padanya.” kata Jiyeon tiba-tiba lalu beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam rumah tanpa mempedulikan keberadaan Jaebum.

“Yaa, Park Jiyeon! Kau kurang ajar!” teriak Jaebum tepat saat Jiyeon menutup pintu geser yang membatasi halaman belakang dengan ruang tengahnya.

“Gomawo, Jaebum-ah! Mungkin kau bukan namja yang ditakdirkan untukku, tapi kau telah memiliki ruang tersendiri di sudut hatiku. Aku percaya suatu saat nanti kau akan mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dariku.” ujar Jiyeon dari balik pintu. Jaebum tersenyum mendengarnya.

“Tentu saja! Aku akan mendapatkan gadis yang jauh lebih cantik darimu dan tidak cengeng sepertimu.” balas Jaebum lalu terkekeh.

“Ara!” gumam Jiyeon lalu senyumnya merekah, membuat sebelah matanya tertutup.

“Yaa, apa sekarang mengobrol seperti itu menjadi trend?” tanya wanita paruh baya yang sudah rapi dengan balutan baju kerjanya. Jiyeon hanya tertawa kecil menanggapinya.

“Eomma mau pergi kerja? Hati-hati di jalan!” tukasnya lalu mengecup pipi ibunya sekilas sebelum akhirnya ia berlari menuju kamarnya sendiri.

Jiyeon langsung menghubungi orang yang dicemaskannya. Tapi panggilan yeoja itu tidak satupun ada yang diterima. Jiyeon semakin khawatir dengan keadaan namja yang dikasihinya itu. Yeoja ini berjalan mondar-mandir di kamarnya sambil terus berusaha menelepon Woohyun. Namun hasilnya tetap sama, pada akhirnya kotak suaralah yang terdengar.

“Oppa, ayo angkat teleponnya!” kata Jiyeon lalu kembali menggigiti kukunya sendiri. Sekali lagi terdengar nada sambung di telinga Jiyeon. Tapi kali ini panggilannya itu malah ditolak. Jiyeon frustrasi. Ia duduk di ujung tempat tidurnya sambil kembali menekan-nekan layar ponselnya. “Mengapa malah dimatikan? Oppa kau membuatku khawatir, kau tahu?” omel Jiyeon pada ponselnya.

Tepat saat Jiyeon hendak kembali menghubungi Idol Korea itu, tiba-tiba saja ponsel ditangannya berbunyi, tanda ada pesan masuk. Jiyeon buru-buru membukanya. Matanya membulat saat melihat nama pengirim pesan itu.

From: Uri Bolmae Tree ♥ ♥

Jiyeon-ah, sepertinya kita tidak bisa bertemu dulu. Aku dipanggil Jung Yeop Hyung sekarang. Nampaknya bossku itu marah besar. Kekekeke. Maaf telah membuatmu khawatir. Mungkin setelah ini kau akan direpotkan oleh banyak hal. Tapi percayalah, aku tidak akan membiarkanmu melewatinya sendiri. Dan pernyataanku tadi di televisi adalah bukti kesungguhanku. Tolong kau pertimbangkan. Akan kuhubungi lagi nanti. Gomapda ^^

“Mianhe Oppa! Aku telah membuatmu susah karena keegoisanku sendiri.” ujar Jiyeon lalu meraih dan memeluk boneka kelinci putih yang diberikan Woohyun saat ulang tahunnya 4 tahun lalu.

***

Seminggu kemudian…

“Yaa, Park Jiyeon-shi, kau jadi terkenal sekarang! Kau bahkan dapat mengalahkan IU dalam mesin pencarian internet!” ujar Jieun sambil mengotak-atik tabletnya. “Kau juga memiliki fancafe sekarang. Wooyeon couple? Apa tidak ada nama yang lebih kreatif?” gumam Jieun masih tetap berkonsentrasi pada gadget yang dipegangnya.

“Ne. Tapi mulai sekarang aku juga memiliki anti fans. Omo! Begini rasanya dibenci orang.” tukas Jiyeon sambil menyandarkan kepalanya ke atas meja perpustakaan kampus.

“Kau tidak perlu berlebihan begitu, Jiyeon-ah!”

“Aku tidak berlebihan!” sela Jiyeon sambil kembali menegakkan tubuhnya. “Ini pertama kalinya aku dibenci banyak orang. Bahkan orang-orang itu tidak mengenalku!” protes Jiyeon.

“Ara. Ara. Kau bersabarlah! Cukup tutup telinga dan matamu untuk hal-hal tidak berguna seperti itu. mereka hanya iri padamu. Lagipula masih banyak juga orang-orang di luar sana yang mendukung hubungan kalian.” ujar Jieun sambil mengelus-elus punggung Jiyeon.

“Gomawo, Jieun-ah!” balas Jiyeon dengan penuh aegyo-nya. Jieun hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum.

“Oh, ya, bagaimana kabar Woohyun Oppamu itu? Apa dia sudah mengabarimu?” tanya Jieun sambil meletakan tabletnya ke atas meja.

Jiyeon mendadak lesu saat pertanyaan itu dilontarkan. Yeoja ini menopang dagunya dengan kedua tangannya sambil menggeleng pelan. Jieun kembali mengelus pelan punggung sahabatnya itu sambil mengehla nafas.

Sejak hari itu, Woohyun belum menghubungi Jiyeon lagi. Namja itu pun belum tampil lagi di berbagai acara. Menurut berita, Woohyun diberikan sanksi skorsing untuk sementara waktu sebagai hukuman atas tindakan gegabahnya di televisi beberapa hari lalu.

Yeoja ini sudah sering mencoba menghubungi Woohyun. Baik itu melalui telepon atau pesan singkat, tapi tak satu pun balasan yang datang dari namja tersebut. Ini yang membuat Jiyeon semakin mencemaskannya dan semakin hari semakin merasa bersalah. Kekhawatirannya itu sempat berkurang saat mendapat telepon dari Sungjoong yang mengatakan bahwa Woohyun baik-baik saja. Tapi tetap saja, bagi Jiyeon, bila tidak melihatnya sendiri, yeoja ini tidak puas.

“Jiyeon-ah…Yaa, Jiyeon-ah..PARK JIYEON!” teriak Jieun tepat di telinga Jiyeon sukses membuat yeoja itu terlonjak sambil memegangi telinganya sendiri. Ia menatap bingung ke arah yeoja mungil yang sedang melotot ke arahnya. ”Ponselmu terus berbunyi dari tadi!” bisik Jieun kemudian. Lalu melemparkan pandangannya keseluruh ruangan sambil tersenyum canggung dan meminta maaf atas kebisingan yang dibuatnya.

Rupanya sejak tadi Jiyeon jatuh pada lamunannya. Ia tidak sadar kalau sejak 2 menit yang lalu ponselnya terus berdering. Dengan cepat, Jiyeon mengangkat panggilan masuk itu tanpa melihat lebih dulu siapa peneleponnya.

“Yeoboseyo?” ujar Jiyeon setengah berbisik. Matanya menatap Jieun yang sedang menggertakkan giginya karena dongkol. Jiyeon membalasnya dengan tersenyum malu. Tapi detik berikutnya senyum itu langsung hilang dari wajahnya. “Soojung-shi?” tanya Jiyeon ragu, sukses membuat Jieun terlonjak kaget.

“Untuk apa dia meneleponmu?” tanya Jieun tanpa mengeluarkan suaranya. Jiyeon menggeleng dengan kening berkerut.

“Untuk apa? Sejujurnya aku tidak mau lagi bertemu denganmu. Baiklah kalau begitu. Aku akan ke sana.” ujar Jiyeon lalu menutup teleponnya.

“MWO? Untuk apa yeoja licik itu mengajakmu bertemu? Apa dia akan menyakitimu lagi?” tanya Jieun menggebu-gebu. Jiyeon menggeleng sambil mengangkat bahunya.

“Molla. Katanya ini penting dan menyangkut Woohyun Oppa!”

“Tentu saja ini menyangkut Woohyun Oppamu itu! Kalau tidak, mana mungkin dia mengajakmu bertemu!” tukas Jieun kesal.

“Sudahlah, Jieun. Dia bilang juga ini terakhir kalinya ia mengajakku bertemu dan aku sudah menyetujuinya.” ujar Jiyeon sambil memasukan buku-bukunya ke dalam tas. “Aku pergi sekarang! Annyeong!” sambung yeoja ini lagi sebelum Jieun sempat berkomentar.

***

Jiyeon berdiri di depan sebuah pintu cafe. Cafe yang sama dengan pertama kalinya ia bertemu yeoja bernama Soojung itu. Cafe di mana ia dipaksa untuk melepaskan namja yang dicintainya. Ada ketakutan yang menyelimuti hati Jiyeon saat ini. Ia meremas tas selempangnya sambil menatap papan nama café itu.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya seorang yeoja dengan ketus. Jiyeon membalikkan tubuhnya. Detik berikutnya tenggorokannya terasa perih mendapati yeoja berambut lurus menatap dingin ke arahnya. “Masuklah! Aku tidak ingin membuang-buang waktuku lebih lama lagi.” sambung yeoja itu lalu berjalan melewati Jiyeon, masuk ke dalam café. Jiyeon mendengus pelan sambil menatap tajam punggung yeoja langsing di depannya, sebelum akhirnya mengikuti yeoja benama Soojung itu masuk ke dalam kedai kopi tersebut.

“Jadi apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Jiyeon setelah sorang pelayan café mencatat pesanan mereka.

“Kau tidak perlu terburu-buru seperti itu! Kau pikir aku suka berlama-lama denganmu, huh?” tukas Soojung kesal. Jiyeon bergeming dan hanya bisa menatap yeoja angkuh di depannya dengan malas.

Haiiisshh, bukankah kau yang tadi tergesa-gesa? Menyebalkan! batin Jiyeon lalu  mengalihkan pandangannya ke luar jendela café.

“Ini tentang Woohyun Oppa.” kata Soojung kemudian, membuat Jiyeon mau tak mau, kembali menatapnya. Keningnya berkernyit menunggu Soojung meneruskan kalimatnya. “Aku tidak akan meminta maaf padamu atas apa yang kulakukan! Aku hanya melakukan apa yang kuanggap benar. Aku menyukai Woohyun Oppa, dan kupikir aku bisa lebih membahagiakannya daripada dirimu.” tukas Soojung tanpa menghilangkan sikap arogannya. Jiyeon tersenyum sinis mendengarnya. Namun ia masih tetap bergeming. “Tapi aku juga masih punya harga diri! Dengan dia memberitakan semuanya di depan publik waktu itu, tentu saja aku akan berhenti mengejarnya. Bagaimana kalau orang lain mendengar bahwa puteri seorang direktur broadcasting ditolak? Itu akan mencoreng mukaku!” sambung Soojung sambil tetap mengangkat dagunya di depan Jiyeon.

Tidak lama kemudian pelayan tadi membawa segelas ice cappuccino dan secangkir hot Americano yang mereka pesan sebelumnya. Pembicaraan mereka berhenti sesaat hingga pelayan tersebut kembali meninggalkan meja yang mereka tempati itu.

“Lalu apa maumu sekarang?” tanya Jiyeon lalu menyeruput ice cappuccino miliknya.

“Aku akan kembali ke Amerika dan mengurusi usaha boutiqku di sana. Lagipula aku sudah tidak mungkin bertemu dengan Woohyun Oppa dan yang lainnya.” jelas Soojung sambil mengaduk-aduk cangkir kopinya.

“Wae?” tanya Jiyeon santai.

“Tentu saja itu karena…….” Soojung menggantung kalimatnya lalu menatap Jiyeon tidak suka. Yeoja ini mengingat kembali bagaimana Woohyun begitu marah padanya, membetaknya dan mencengkram lengannya dengan keras. “Bukan urusanmu!” ujar Soojung dingin akhirnya. Jiyeon mendengus kesal sebelum akhirnya lebih memilih kembali menyeruput minumannya. “Aku bingung! Sebenarnya apa yang dilihat Woohyun Oppa darimu? Jelas-jelas aku lebih segalanya darimu!” lanjut Soojung kesal sukses membuat Jiyeon tersedak.

“YAA!” teriak Jiyeon setelah mengatur nafasnya lagi. Soojung melotot mendegar teriakan Jiyeon. Jiyeon kembali mendengus sebelum kembali bersuara. “Kau memang jauh lebih cantik, lebih pintar, lebih glamour, dan lebih berkuasa. Aku tahu kau bisa membuat INFINITE semakin terkenal dengan posisimu itu. Tapi satu hal yang tidak kau punya.” Jiyeon terdiam sesaat membuat Soojung mengerutkan dahinya tidak sabar. “Kau tidak memiliki hati untuk mencintai orang lain. Kau lebih mencintai dirimu sendiri dan merasa sanggup mendapatkan semuanya dengan kekuasanmu itu. Padahal ada hal-hal tertentu yang bisa kita dapatkan cukup dengan ketulusan. Kau tahu, kebahagiaan itu sederhana!” Jiyeon mengakhirinya dengan senyum simpul di wajahnya.

Soojung termanggu mendengar ocehan Jiyeon. Matanya beradu dengan mata Jiyeon. Otaknya memikirkan setiap kata yang diucapkan oleh yeoja di hadapannya itu. Semua yang dikatakan Jiyeon mengena di hatinya. Ia merasa hatinya seperti dicambuk oleh jawaban jujur Jiyeon.

“YAA! Apa hakmu mengguruiku?” tukas Soojung akhirnya. Nada ketusnya masih melekat di kalimat yang dilontarkannya. Ini hanya salah satu cara untuk menutupi rasa malunya saat ini.

“Kau sendiri yang bertanya padaku!” balas Jiyeon tak mau kalah. Untuk sesaat keduanya hanya saling menatap dengan penuh kekesalan.

“Haiisshh! Cukup! Aku sudah tidak mau berlama-lama lagi denganmu. Terakhir, aku ingin mengatakan bahawa INFINITE masih bebas tampil di acara SBS. Aku tidak akan menyusahkan mereka.” tukas Soojung mengakhiri percakapan mereka.

“Jinjja??” tanya Jiyeon dengan mata bulatnya yang berbinar. “Gomawoyo, Soojung-shi!” sambung Jiyeon lalu tersenyum lebar.

“Cih! Dasar yeoja babo!” umpat Soojung sambil beranjak dari kursinya lalu meninggalkan Jiyeon sendiri.

Soojung sudah pergi dari tempat itu sejak 15 menit yang lalu. Namun Jiyeon masih tetap memasang tampang senangnya. Ia tidak henti-hentinya tersenyum sambil menghabiskan minuman miliknya.

Jiyeon merogoh ponselnya yang ia simpan di dalam tasnya. Lalu mengetikan beberapa kata di sana sebelum akhirnya mengirim pesan singkat itu pada seseorang.

“Oppa, semoga kau bisa membaca pesanku ini!” ujar Jiyeon lalu menyimpan ponselnya ke atas meja bundar di depannya.

Jiyeon menghela nafas lalu menyeruput habis ice cappuccinonya yang sudah tinggal sedikit. Ia bersiap-siap meniggalkan café itu sebelum tiba-tiba ponselnya berdering. Jiyeon meraih ponselnya dan matanya membulat seketika saat melihat nama di layar ponselnya itu.

“Oppa, akhirnya kau menghubungiku. Ke mana saja kau? Kau tahu, aku sangat mengkhawatirkanmu!” seru Jiyeon sebelum sang penelepon sempat mengeluarkan suaranya. Detik berikutnya terdengar kekehan kecil dari seberang telepon.

“Yaa, Jiyeon-ah, mianhe! Bukankah Sungjoong sudah memberitahumu bahwa aku sedang di skors?” ujat Woohyun yang terdengar lebih seperti bertanya pada dirinya sendiri.

“Ne. Tapi tetap saja aku mencemaskanmu! Oppa, kau….” Jiyeon menggantung kalimatnya beberapa saat. Tangan kirinya mengusap keningnya sendiri. “Apa yang sebenarnya kau lakukan kemarin? Kau tahu kan sekarang fansmu berkurang karena berita itu? Kenapa kau ceroboh seperi itu? Kau ini…..” desahan nafas Woohyun sukses menghentikan omelan yeoja itu.

“Jiyeon-ah, apa hanya itu?” tanya Woohyun kemudian.

“Eh?”

“Kau adalah orang pertama yang kutelepon setelah masa skorsingku berakhir. Tapi yang kudapatkan hanya omelanmu saja.”

“Bukan begitu! Oppa, aku benar-benar sangat mencemaskanmu, kau tahu?” sela Jiyeon tanpa sadar memasang wajah cemberutnya.

“Arasso. Tapi aku lebih berharap kau merindukanku daripada sekedar mencemaskanku.” jawab Woohyun. Jiyeon terdiam mendengar ungkapan tulus dari namja yang satu ini. Ia menundukkan kepalanya sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke atas meja. “Apa kau merindukanku?” Aku sangat sangat sangat merindukanmu. Beberapa hari kemarin aku hampir gila karena tidak bisa melihatmu atau bahkan hanya mendengar suaramu.” ungkap Woohyun panjang lebar sukses membuat mata Jiyeon berkaca-kaca karena terharu. “Jiyeon-ah, apa kau juga merasakan hal yang sama denganku? Apa kau juga merindukanku?” tanya Woohyun lagi. Jiyeon mengangguk kuat-kuat meskipun Woohyun tidak bisa melihatnya.

“Ne.” katanya dengan suara bergetar. “Nan jeongmal bogosipeoyo! Nomu nomu bogosipeoyo!” tukas Jiyeon memperjelas pernyataannya. Woohyun tersenyum bahagia mendengarnya di seberang telepon.

“Gomawo!” balas Woohyun singkat. Jiyeon tersenyum sambil menggosok mata basahnya pelan. “Jiyeon-ah!”

“Hmm?”

“Aku meneleponmu karena ingin mengajakmu bertemu. Ada yang ingin aku bicarakan.” sambung Woohyun.

“Kenapa tidak bicara sekarang saja?” tanya Jiyeon bingung.

“Tidak bisa!” tolak Woohyun mentah-mentah.

“Wae?” tanya Jiyeon lagi. Intonasi suaranya meninggi. Ia paling sebal kalau Woohyun sudah main rahasia seperti ini.

“Pokoknya tidak bisa! Ini penting dan aku harus mengatakannya langsung padamu. Hari ini jam 11 malam Sunggyu Hyung akan menjemputmu untuk menemuiku.”

“Wae? Mengapa harus semalam itu? Dan lagi, mengapa harus Sunggyu-shi yang menjemputku? Mengapa tidak kau saja, Oppa?” rentetetan pertanyaan dilontarkan oleh yeoja cantik ini.

“YAA! Kau ini banyak tanya sekali! Sudah ikuti saja apa kataku! Nanti sekitar jam 10 Gyu Hyung akan menjemputmu. Aku ada sedikit urusan jadi kita langsung bertemu di sana. Berpakaianlah yang cantik dan jangan lupa membawa mantelmu.” jawab Woohyun sedikit gusar menghadapi yeoja cerewet tersebut. “Tidak ada pertanyaan lagi dan aku tidak menerima penolakan!” sambung Woohyun begitu mendengar Jiyeon hendak memberi komentarnya lagi. Yeoja itu mengerucutkan bibir mungilnya lalu akhirnya mengangguk pasrah.

“Arasso.”

“Anak manis!” tukas Woohyun memberi pujian. Jiyeon mendengus mendengarnya. “Baiklah kalau begitu, sampai ketemu di sana. Aku tutup, ya! Annyeong!” kata Woohyun lalu mematikan teleponnya membiarkan mulut Jiyeon menganga tak percaya.

“Mwoya???!!! Aku belum selesai berbicara dan dia sudah mematikannya? Aku bahkan belum sempat menanyakan padanya apa pesanku tadi sampai atau tidak. Nam Woohyun! Kau keterlaluan!” umpat Jiyeon pada ponselnya.

Di saat bersamaan, di dorm INFINITE, Woohyun mengurai senyum lebarnya yang selalu berhasil meluluhkan hati yeoja yang melihatnya.

“OK!” ujarnya singkat yang disambut tepuk tangan member INFINITE lainnya.

“Hyung, kau jangan sampai telat menjempun yeojaku itu! Sungjoong-ah, Hoya-yah, Dongwoo-yah, jangan lupa mengecek lagi semuanya! L, Sungyeol-ah, jangan lupa videonya! Itu yang terpenting!” kata Woohyun layaknya seorang komandan memberikan perintah.

“Arasso! Dasar cerewet!” jawab keenam namja tampan lainnya itu kompak lalu pergi meninggalkan Woohyun yang hanya bisa tersenyum malu.

“Kau tahu, ini sudah ke-7 kalinya untuk hari ini kau mengulang kalimat itu!” ujar Sunggyu sebelum benar-benar meninggalkan Woohyun sendiri di ruang tengah asramanya.

“Mianhe! Aku sangat gugup! Ini lebih gugup daripada debutku waktu itu. Aku tidak ingin terjadi kesalahan.” ujar Woohyun setengah berteriak.

“ARASSO!” jawab para member dari dalam kamar mereka masing-masing.

“Gomawo, chingu-deul!” seru Woohyun sambil terkekeh. “Jiyeon-ah, kuharap kau menerimanya!” gumam Woohyun kemudian. Mata berbinar-binar dan seulas senyum merekah di wajahnya.

***

“Sunggyu-shi, sebenarnya aku mau dibawa kemana?” tanya Jiyeon kesekian kalinya sejak mobil yang dikendarai namja bermata sipit ini melaju, meninggalkan kediaman keluarga Park. “Dan mengapa aku harus membawa mantel tebal di musim panas seperti ini?” JIyeon melanjutkan rasa penasarannya. Sunggyu menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya.

“Kalian benar-benar sangat mirip!” sindir Sunggyu yang sudah jengah dibajiri oleh pertanyaan yang sama berulang-ulang. Kening Jiyeon berkerut mendengar ucapan leader INFINITE tersebut. “Aniyo. Lupakan! Hmm..kau akan tahu sebentar lagi. Kita akan segera sampai. Dan mantel itu? Aku yakin kau akan memerlukannya nanti.” jawab Sunggyu sambil sesekali menoleh ke arah yeoja yang duduk tidak sabar di sebelahnya.

Sepuluh menit kemudian mobil yang dikendarai Sunggyu tiba di sebuah mall besar yang sudah sangat terkenal, Lotte World. Sunggyu memarkirkan mobilnya di dekat pintu masuk utama setelah itu ia mempersilakan Jiyeon turun dari mobilnya.

“Apa yang kita lakukan di sini? Bukankah tempat ini sudah tutup?” pertanyaan Jiyeon yang lain keluar dari bibirnya, tepat setelah Sunggyu membukakan pintu untuknya. Namja sipit itu hanya mendesah sebelum mendekatkan bibirnya ke telinga yeoja cantik di hadapannya itu.

“Kau akan tahu sebentar lagi.” ujar Sunggyu dengan jawaban yang sama. Jiyeon mendesis sambil memicingkan matanya, frustrasi. “Ayo masuk! Itu akan segera menjawab rasa penasaranmu itu, gadis kecil!” sambung Sunggyu setelah mengambil kantong kertas besar dari kursi belakang mobilnya. Jiyeon menjulurkan lidahnya mendengar panggilan Sunggyu tadi sebelum akhirnya mengangguk dan mengikuti namja itu masuk ke mall yang gelap.

Jiyeon melangkahkan kakinya tepat di belakang Sunggyu sambil sesekali mengitari pusat perbelanjaan itu dengan matanya. Tidak ada seorangpun di sana. Tentu saja tidak, tempat itu sudah tutup beberapa jam yang lalu. Lagipula mana ada orang kurang kerjaan yang mengunjungi tempat ini pada waktu malam seperti yang ia lakukan.

Sunggyu menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk aula indoor yang dikenali sebagai ice rink. Namja itu menoleh ke arah Jiyeon yang sedang menatap bingung ke arahnya.

“Masuklah!” ujar Sunggyu sambil menggerakkan kepalanya ke arah pintu kaca di depannya.

“Sireo! Di dalam gelap sekali! Aku tidak berani masuk ke sana. Mana Woohyun Oppa?” tolak Jiyeon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tenanglah, kau akan menemukan Oppamu itu di dalam sana!”

“Isssshhh!! Apa sih yang dipikirkan namja itu?” omel Jiyeon pelan lalu mendengus kesal.

“Ini, ambil ini dan masuklah!” tukas Sunggyu sambil memberikan kantong kertas yang dari tadi di bawanya.

 Jiyeon menghela nafas pasrah lalu mengambil kantong yang diberikan namja di depannya itu dengan malas. Ia mengintip isi kantong tersebut sebelum menarik keluar barang-barang di dalamnya. Earmuff bulu berwarna putih yang hangat, dan sepasang sarung tangan rajut berwana pink susu. Jiyeon menatap Sunggyu dan benda-benda di tangannya bergantian. Namja itu hanya mengangguk sambil tersenyum simpul. Sekali lagi Jiyeon menghela nafasnya lalu memakai benda-benda penghangat barunya itu.

Sunggyu mendorong pintu kaca di hadapannya setelah Jiyeon selesai merapikan dirinya. Ia menggerakan kepalanya sekali lagi, mempersilakan yeoja yang tampak manis dengan mantel pink di atas lutut dan segala pernak-perniknya itu masuk ke dalam  ice rink.

Jiyeon melangkahkan kakinya melewati Sunggyu dengan ragu. Yeoja ini sempat menoleh ke arah Sunggyu yang dibalas dengan anggukan meyakinkan dari namja itu.

Kini Jiyeon sudah berada di arena es yang sepi dan gelap itu seorang diri. Tidak sampai satu menit kemudian, tiba-tiba saja lampu-lampu di tempat itu menyala. Jiyeon sempat terkejut sebelum akhirnya melemparkan pandangannya ke sekeliling ice rink ini. Kening Jiyeon kembali berkerut karena tidak menemukan orang yang dicarinya.

“Oppa, noe eodiya?” teriak Jiyeon nyaring namun tidak mendapat balasan. “Cepat keluarlah Nam Woohyun-shi! Kalau tidak, aku akan pergi sekarang juga!” ancam Jiyeon sambil terus menatap ke segala arah.

Detik berikutnya berikutnya Jiyeon merasa ponselnya di tasnya bergetar. Ia langsung mengeluarkan telepon genggamnya itu dan matanya menyipit saat mendapat pesan masuk dari orang yang sedang di carinya.

From: Uri Bolmae Tree ♥ ♥

Majulah sampai ke tengah-tengah rink.

“Mwo? Sireo! Oppa, sebenarnya kau di mana? Cepat keluarlah!” teriak Jiyeon lagi.

“Issshhh..dasar yeoja tidak sabar!” ujar Woohyun yang bersembunyi di salah satu tempat sambil menyimpan ponselnya ke saku celananya. Dari tempatnya berdiri sekarang, namja ini dapat melihat dengan jelas yeoja yang baru saja mendapatkan pesan masuk yang lain.

From: Uri Bolmae Tree ♥ ♥

Aku akan menemuimu bila kau menuruti semua yang kukatakan. Sekarang berdirilah di tengah rink itu. Aku mohon.

Jiyeon menghela nafas setelah membaca pesan kedua dari Woohyun lalu melangkahkan kakinya dan berhenti di tengah-tengah lingkaran es tersebut.

“Baiklah, aku sudah di sini! Bisakah kau keluar sekarang?” seru Jiyeon sambil mencari-cari sosok namja yang ingin ditemuinya.

Seperti sebelumnya, tidak terdengar suara yang menanggapi teriakan Jiyeon itu. Yeoja ini melipat tangannya di depan dada sambil menghentak-hentakkan kakinya pelan ke atas es. Tidak lama kemudian Jiyeon merasakan sesuatu bergerak turun di sisi kanannya. Ia segera menoleh dan mendapati layar putih besar berbentuk persegi menggantung di sana.

Jiyeon memiringkan kepalanya sedikit dengan alis bertaut. Kebingungannya itu semakin menjadi saat layar putih tersebut menjadi biru akibat sorotan lampu proyektor. Huruf-huruf latin berwarna putih membentuk tulisan ‘100 Letters for Jiyeon’ terpajang di sana. Kerutan di wajah cantik Jiyeon bertambah dalam karena hal itu. Dan detik berikutnya, orang yang ditunggunya muncul di layar sukses membuat membalikan tubuhnya, benar-benar menghadap ke layar dengan mata membulat.

Namja bernama Woohyun itu duduk di sofa putih gading dengan memakai setelan jas lengkap. Ada yang berbeda dari namja itu. Tatanan rambutnya berubah. Lebih pendek juga bagian rambut depannya sengaja disisir menyamping dan sedikit dinaikan. Harus Jiyeon akui Woohyun terlihat tampan dan lebih dewasa dengan penampilan barunya itu.

“Ehem..ehem..” Woohyun berdeham lalu berkaca melalui lensa kamera. Kemudian ia membenarkan posisi duduknya sebelum akhirnya ia mengeluakan suaranya lagi. “Annyeong, Jiyeon-ah!”

“Mwoya ige?” gumam Jiyeon bingung.

“Kau pasti bingung sekarang?”

“Tentu saja aku bingung. Mana ada yang datang ke ice rink semalam ini dan seorang diri pula.” gerutu Jiyeon tanpa mengalihkan matanya pada layar di depannya.

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu saat ini. Hmm..pertama-tama aku ingin meminta maaf padamu. Selama ini aku belum menjadi namja chingu yang baik bagimu. Tidak jarang aku mengabaikanmu karena kesibukanku, menyakiti hatimu karena pekerjaanku, bahkan yang terakhir aku telah menjadi beban bagimu. Mianhe. Jeongmal mianhamnida. Aku tidak pernah bermaksud memperlakukanmu dengan buruk.” ujar Woohyun sambil sesekali menunduk dan meremas tangannya sendiri.

Jiyeon bergeming. Ia hanya bisa menghela nafas berat. Wajahnya memerah dan matanya mulai berkaca-kaca. Ia berkali-kali menggeleng pelan mendengar pernyataan Woohyun di video itu.

”Tapi kau tahu, aku sangat mencintaimu bahkan melebihi diriku sendiri. Setiap kali aku membuatmu kecewa, hatiku lebih sakit dua kali lipat darimu. Setiap kali melihatmu bahagia, hatiku berlonjak berkali-kali lipat darimu. Aku menyanyangimu. Aku menyukai semua yang ada padamu. Aku suka senyummu, aku suka perhatianmu, aku suka sifat manjamu. Saat kau tertidur di pundakku dan mendengkur, aku juga suka.” sambung Woohyun

“Haissshh! Kapan aku seperti itu, huh?” protes Jiyeon namun detik berikutnya yeoja ini menggulum senyum di wajahnya.

“Aku suka caramu menatapku. Aku sangat menyukaimu, Park Jiyeon!”

Na do, Oppa! Aku juga menyukai semua yang ada padamu. Hal sekecil apapun itu, batin Jiyeon.

“Oleh karena itu, aku berharap, sangat berharap, supaya kita bisa kembali seperti dulu. Aku ingin menjadi namja chingumu lagi. Aku janji aku akan memperbaiki bagian diriku yang sering membuatmu marah dan frustrasi.” ujar Woohyun kali ini sambil mengangkat sebelah tangannya di samping wajahnya yang terlihat meyakinkan.

Jiyeon terkekeh mendengar bagian itu. Ia menunduk sambil menutupi mulutnya sesaat. Setelah itu yeoja ini kembali menatap layar di hadapannya masih dengan sisa tawa kecil di bibirnya.

“Tapi untuk itu aku membutuhkan kesempatan kedua. Aku memerlukan persetujuanmu. Kemarin, konferensi pers itu, itu adalah caraku untuk menunjukkan keseriusanku. Aku ingin semua orang tahu bahwa hatiku ini sudah ada yang memilikinya. Dan ini, ini adalah cara lain untuk menunjukkan ketulusanku padamu.”

Kerutan di kening Jiyeon kembali muncul mendengar kalimat terakhir Woohyun tadi.

“100 letter to Jiyeon. Semoga ini bisa membuat hatimu tergerak.” tukas Woohyun akhirnya dan detik berikutnya layar itu kembali berwarna biru.

Tiba-tiba saja detak jantung Jiyeon berdegup lebih kencang. Rasa penasaran meliputi seluruh bagian kepalanya. Tanpa sadar Jiyeon menggigit bibir bawahnya sendiri masih dengan mata yang tidak lepas dari kain putih itu.

Tidak lama kemudian, lagu ‘White Conffesion’ milik INFINITE menggema di ice rink tersebut. Jiyeon sempat sedikit terlonjak kaget saat lagu itu diperdengarkan. Selanjutnya layar biru itu kembali menyala. Namun kali ini bukan Woohyun yang muncul di sana. Seorang namja yang juga Jiyeon kenal berdiri di depan kamera.

“Jiyeonnie!!!!! Annyeong! Kau tahu Woohyun Hyung banyak berubah saat kau tinggalkan. Ia jauh lebih murung, lebih menyebalkan…..”

“Yaa! Yaa! Lee Sungjoong! Bicara yang benar!” terdengar suara Woohyun, menyela ucapan maknae INFINITE itu.

Jiyeon kembali terkekeh mendengar celetukan namja yang masih disayanginya itu.

“Itu kenyataan, Hyung! Kau sangat sensitif saat putus dengan Jiyeon.” tukas Sungjoong sambil menatap ke arah lain. “Maka dari itu, Jiyeon-ah, kembalilah pada Hyungku, jaebal!” sambung sang maknae sambil menggoyang-goyang kamera di depannya.

“Jiyeon-ah!!!!!!!! Annyeong! Lama tidak bertemu!” kali ini Sungyeol dan L yang berada di depan kamera dengan lokasi yang berbeda dari Sungjoong.

“Annyeong, yeorobun!” balas Jiyeon walaupun percuma. Yeoja ini melambaikan tangannya sambil tersenyum manis.

“Jiyeon-ah, tidak perlu memikirkannya lagi! Kau yeoja yang paling pantas untuk menemani sifat aneh Woohyun Hyung.” tukas Sungyeol.

“Ne. Aku sangat mendukung hubungan kalian asal kau juga tetap menyukaiku.” tambah L yang langsung disambut oleh lemparan bantal.

Jiyeon tertawa lalu mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Baby just can‘t let you go..Modu da gajindedo..Geudaega nae gyeote eopdamyeon muneojyeoga~ (baby just can’t let you go..Even if I have everything, without you by my side..Everything will collapse).” kali ini giliran Sunggyu yang tampil. Ia menyanyikan bagian dari lagu ‘Wings’ sebelum berbicara, “Itu sangat tepat mengambarkan parasaan Woohyun saat dia kehilanganmu. Jiyeon-ah, kau sudah tahu bukan, Woohyun bilang kau lah alasannya untuk tetap mengejar mimpinya. Kalau alasan itu sudah tidak ada, bagaimana dengannya? Jiyeon-ah, kau tenang saja. Kejadian kemarin tidak akan terulang lagi.”

Jiyeon bergeming mendengarnya. Selama ini yang ia pikirkan hanya ketakutannya akan hal yang sebenarnaya belum tentu terjadi. Jiyeon telah mengabaikan perasaan Woohyun yang sangat membutuhkannya.

“Jiyeon-ah! Jiyeonnie! Uri Jiyeon!” panggil Hoya berikutnya. Namja itu berkeringat dengan handuk yang melingkar di lehernya. Rekamannya diambil saat namja ini baru saja selesai berlatih menari. “Kakak ipar!! Hahaha..Setelah melihat ini apa kau masih ragu? Woohyun Hyung serius terhadapmu. Ayolah, Jiyeon-ah, kembalilah padanya.” tukas Hoya mengakhiri bagiannya.

“Jiyeon-ah! Woohyun sangwat mencwintaimwu. Akwu bwerani mwenjwaminnya! Hoaaam” ujar Dongwoo setengah sadar. Woohyun merekam ini saat sahabatnya itu masih tertidur lelap.

Jiyeon lagi-lagi tertawa tapi matanya kembali berkaca-kaca. Hatinya tersentuh dengan usaha yang dilakukan Woohyun untuknya.

Orang berikutnya yang muncul di video tersebut sempat mengejutkan yeoja ini. Jiyeon tahu betul siapa namja paruh baya itu. Lee Jung Yeop, CEO Woollim Ent. tempat INFINITE bernaung.

“Park Jiyeon-shi! Aku melarangmu mencampakan anak didikku! Arasso?” ujarnya dengan ekspresi serius.

Ucapan yang singkat namun sukses membuat hati Jiyeon lega. Setidaknya boss calon namja chingunya itu juga merestui mereka. Setelah CEO Woollim, kali ini 2 orang namja lain yang diduga Jiyeon merupakan manajer Woohyun dan kawan-kawannya. Mereka juga memberikan pernyataan yang intinya mengharapkan Jiyeon kembali pada Woohyun.

Sisanya? 89 orang lain yang muncul dalam video itu adalah orang yang tidak dikenal Jiyeon. Orang-orang tersebut adalah para inspirit. Mereka sengaja membuat video berisi permintaan mereka agar Jiyeon dan Woohyun bersatu kembali, doa-doa mereka yang merestui hubungan pasangan ini, juga pernyataan lainya yang serupa.

Semuanya unik dan berbeda-beda. Ada yang sambil membawa poster buatan sendiri, ada yang memakai ikat kepala bertuliskan Wooyeon di bagian dahinya, ada pula yang awalnya mencibir Jiyeon namun diakhir tetap memberikan doa tulus mereka.

Hati Jiyeon tersentuh. Ia menutupi mulutnya yang menganga karena tidak percaya dengan apa yang sedang disaksikannya. Banyak orang di luar sana yang mendukung hubungan mereka. Bahkan tidak sedikit yang bukan berasal dari Korea. Mereka hanya menyerukan “Woohyun-Jiyeon Hwatting!” Namun itu sangat mengena di hati yeoja manis ini.

“Yaa! Kau tidak seharusnya menangis saat ini! Dasar yeoja cengeng!” kata orang ke 98.

Jiyeon terbelalak melihat Jaebum di video itu. Dilihat dari settingnya, rekaman itu diambil di depan rumah namja pirang ini, tepat di samping rumahnya. Entah kapan Woohyun mengambil gambar itu. Mengingat namja itu seharusnya terkena sangsi skors.

Jiyeon menghapus kilat air mata yang baru saja jatuh ke pipinya dengan kedua tangannya sebelum kembali fokus pada apa yang sedang di tontonnya. Ia sempat mendengus kesal mendengar perkataan Jaebum tadi.

“Hmm..” Jaebum terdiam sesaat. Namja ini nampak tengah memikirkan kata-kata yang akan diucapkannya. Hingga akhirnya ia menatap lensa kamera lekat-lekat dan mulai berbicara. “Jangan membohongi dirimu sendiri! Aku tahu jelas bahwa kau juga masih sangat mencintainya. Selama setengah tahun belakangan ini, cukup bagiku untuk melihatnya. Jiyeon-ah, aku pernah bertanya padamu, jika waktu itu aku tidak meninggalkanmu ke Amerika, apa kau akan memilihku sebagai namja chingumu?”

Jiyeon bergeming. Kaget bercampur bingung dirasakannya saat pertanyaan itu meluncur keluar. Jiyeon tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya.

“Aku sudah tau jawabannya.”

Deg. Yeoja ini menelan ludahnya sendiri lalu mempertajam konsentrasinya terhadap video yang dilihatnya.

“Kurasa aku tidak akan pernah menjadi pemilik hati itu. Aku menyadarinya saat kau menatap namja itu. Bahkan hanya melihatnya di poster atau televisi, bisa membuat matamu berbinar-binar. Seingatku kau tidak pernah melihatku dengan cara seperti itu. Tidak dulu apalagi sekarang.”

Jiyeon menundukkan kepalanya, meresapi setiap perkataan sahabat kecilnya itu. Ne. memang benar Jiyeon sangat menyayangi Woohyun. Tapi dia tidak pernah menyangka kalau orang lain dapat dengan jelas merasakannya juga. Bahkan untuk ukuran orang yang baru ditemuinya seperti Jaebum.

“Jiyeon-ah, seperti yang kau katakan kemarin. Aku pasti akan mendapatkan gadis yang lebih baik darimu. Untuk itu, aku harus berani melangkah. Beranjak dari bayang-bayangmu. Aku berani! Tidak seperti dirimu! “

Ucapan Jaebum kali ini sukses membuat Jiyeon kembali mendongakkan kepalanya.

“Kau takut terluka lebih dalam lagi sehingga kau berusaha menghindarinya. Dasar pengecut!”

“YAA! IM JAEBUM!  Jaga bicaramu!” protes Jiyeon sambil menghentakan kakinya di atas es.

“Wae? Kau tersinggung? Kau tidak perlu tersinggung bila kau tidak melakukannya. Kecuali kalau kau memang benar-benar seorang pengecut! Pengecut cengeng!”

“YAA!” teriak Jiyeon kesal.

“Kembalilah padanya. Kau dan dia memang ditakdirkan bersama untuk mencintai satu sama lain tanpa batas.”

Jiyeon kembali terdiam mendengar kalimat Jaebum tersebut. Rasa kesalnya meluap begitu saja.

“Kembalilah padanya! Aku mendoakan agar kalian selalu bahagia, uri chingu-yah!” ujar Jaebum mengakhiri.

Detik berikutnya layar putih itu kembali hanya disinari lampu biru proyektor. Tulisan ‘and The 100th Letter…’ muncul di sana. Baru saja Jiyeon selesai membaca kalimat itu, lampu arena es ini mendadak padam. Jiyeon sedikit terkejut. Ia melemparkan pandangannya sekali lagi ke sekeliling tempat itu walaupun tidak ada yang dapat dilihatnya karena terlalu gelap.

Saat Jiyeon sibuk dengan aktivitasnya itu, kejutan lain kembali disuguhkan untuknya. Lampu sorot di tempat itu tiba-tiba menyala. Dan entah bagaimana caranya, Jiyeon tidak mengerti, namun saat ini di bawah kakinya sudah ada sorotan cahaya membentuk tulisan ‘I Love U’ berwarna biru keunguan. Selanjutnya perlahan-lahan arena es itu kembali terang. Tapi bukan dari lampu-lampu di atasnya, melainkan terang itu berasal dari lampu natal berwarna senada yang digantung hampir disekeliling arena es ini. Jiyeon tidak mampu menutupi kekagumannya. Ia berputar melihat keindahan tempat tersebut hingga akhirnya pergerakannya terhenti karena suara seseorang.

“Surat ke-100.” ujar seorang namja yang sangat ia hafal suaranya.

Jiyeon langsung membalikkan badannya, mengarah ke pemilik suara itu. Seorang namja yang sempat dilihatnya pada layar beberapa waktu lalu kini sudah berdiri sambil membawa sebuah buket mawar merah yang indah di hadapannya. Ia terbelalak.

Woohyun berjalan pelan mendekati yeoja yang matanya ketara sekali menampung air mata. Yoeja itu juga membekap mulutnya sendiri tanpa bergerak sedikitpun. Hanya mata indahnya yang menatap lurus namja berjas hitam tersebut.

“Surat ke-100” ulang Woohyun kali ini sudah berada hanya beberapa senti dari tempat Jiyeon berdiri. “Aku mencintaimu, Park Jiyeon! Ijinkan aku sekali lagi menjadi kekasihmu. Aku akan memperlakukanmu lebih baik dari sebelumnya. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitimu lagi.” ujar Woohyun sambil menatap kedua bola mata Jiyeon dalam. Yeoja itu masih bergeming, namun butiran air mata sudah meluncur ke pipinya. “Jadi, apakah kau mau memberikan kesempatan itu? Maukah kau menjadi kekasihku, Jiyeon-ah?” tanya Woohyun sambil menyodorkan buket bunga yang dibawanya.

Jiyeon tidak langsung menjawab. Untuk beberapa saat ia dan Woohyun hanya berpandangan dalam diam. Jiyeon dapat menyelami ketulusan yang terpancar jelas di mata namja itu. Hatinya yang terharu beanr-benar goyah. Benteng pertahanan yang ia bangun sebelumnya berhasil dihancurkan oleh keseriusan namja di hadapannya ini.

Jiyeon sempat mengingat kembali kata-kata Jaebum untuknnya. Benar kata namja itu, ia bukan yeoja pengecut dan tidak mau dikatakan pengecut. Ia mencintai Woohyun dan apalagi yang harus dikhawatirkannya? Pikiran itu bergulat di dalam benak yeoja cantik ini. Hingga akhirnya ia menerima buket bunga tersebut lalu mengangguk pelan sambil tersenyum.

Seketika itu juga perasaan lega menjalar kesekujur tubuh Woohyun. Ia sudah sangat ketakutan kalau-kalau Jiyeon benar-benar menolaknya. Tapi nyatanya semua kecemasannya itu tidak terbukti. Yeoja di hadapannya itu baru saja menerimanya. Jiyeon mau menjadi kekasihnya. Woohyun melompat kegirangan sambil berteriak. Jiyeon tertawa melihatnya. Detik berikutnya Woohyun langsung menarik Jiyeon kepelukannya.

“Gomawo, Jiyeon-ah! Jeongmal gomapda! Aku janji, mulai saat ini kau akan selalu tersenyum. Aku tidak akan pernah membuatmu menderita seperti sebelumnya. Aku janji.” ujar Woohyun. Jiyeon membalas pelukan namja itu lalu sekali lagi mengangguk.

“Arasso, Oppa! Aku percaya padamu!” kata yeoja itu. Woohyun melebarkan senyumnya sambil mempererat pelukannya.

***

“Ngomong-ngomong, Oppa, bagaimana bisa sajang-nim muncul di video itu juga? Apa dia sudah tidak marah padamu? Hukumanmu bagaimana?” tanya Jiyeon di dalam mobil Woohyun. Namja ini tersenyum canggung sambil menggaruk bagian belakang kepalanya sendiri.

“Jiyeon-ah, sepertinya untuk beberapa bulan ke depan aku akan selalu dimarahi bila bertemu dengannya.” tukasnya dari balik setir mobilnya.

“Lalu bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?” tanya Jiyeon cemas.

“Tenanglah! Aku tidak apa-apa. Sebenarnya, ternyata selama ini para manajer hyung dan Jung Yeop Hyung sudah mengetahui hubungan kita sejak awal. Makanya mereka selalu menyuruhku untuk mengikuti program-program acara yang berhubungan dengan selebriti wanita. Tujuannya agar kau and aku putus. Tapi karena melihat kesabarannmu, dan selama kita berpacaran, perkerjaanku berjalan dengan sangat baik, akhirnya mereka mengijinkannya. Walaupun masih dengan setengah hati. Nah, Jung Yeop Hyung marah lebih karena aku yang dianggap sembrono dalam berindak dan sempat mengakibatkan kekacauan karena konfrensi pers waktu itu.” jawab Woohyun panjang lebar.

“Itu memang salahmu! Kau benar-benar nekat!” tambah Jiyeon sambil membenarkan posisi duduknya. Woohyun hanya melirik yeoja di sampingnya tidak percaya.

“Lalu, kejutan tadi, kau sendiri yang membuatnya?” tanya Jiyeon lagi saat mereka tiba di sebuah lampu merah.

“Tidak. Para member INFINITE membantuku. Sunjoong, Hoya, dan Dongwoo yang menyalakan lampu-lampu tadi. Sedangkan L dan Sungyeol membantuku mengoperasikan video dan musiknya.”

“Ooh.” balas Jiyeon sambil menatap lurus jalanan kosong di depannya. “Lalu bagaimana bisa kau meminta Jaebum berpartisipasi?”

“Yaa, kau ini banyak tanya sekali! Kau tidak perlu tahu sebanyak itu. Yang penting kau senang dengan kejutanku itu.” protes Woohyun sukses membuat Jiyeon mengerucutkan bibirnya.

“O, Matta!”

“Apalagi?” tanya Woohyun sambil menatap tak sabar yeoja chingunya itu.

“Soojung-shi..”

“Lupakan dia!” sela Woohyun tegas. Jiyeon langsung terdiam. Dia bergidik sebelum akhirnya tersenyum dan menunjuk-nunjuk pipi Woohyun dengan telunjuknnya.

“Joahaeyo!” katanya sambil tersenyum hingga sebelah matanya menyipit.

END

NB: sekali lagi maap panjang kebangetan..hehehe..jangan lupa komentar supaya nexf FF (termasuk UTM) lebih menarik lagi..terus itu ya masukannya genre sama pairing ditunggu lho! gomapdaaaaaaaaa

Advertisements

53 thoughts on “INFINITE LOVE (Chapter 10b~end)

  1. Ngak kok chingu malah pas baca kata END sedikit kecewa karna msh kurang sweet momentnyaa wkwkwkwk

    Daebakk chingu ceritanya, \(´▽`)/
    Sumpeh speechless =,=”

    Mau FF lainnya romance lagi aja chingu soalnya chingu sukses bnget buat cerita Romance tp MyungYeon Couple yah..!!

    Awalnya ak kurang suka ma WooYeon couple tp pas baca FF chingu ak malah suka ma nih Couple.. Wkwkwkwk
    *semoga permintaanku terkabul (•̅⌣•̅)♉

    • serius?
      huahahahah.seneng bagnet laaahh..nunggu kata2 kaya gini: “Awalnya ak kurang suka ma WooYeon couple tp pas baca FF chingu ak malah suka ma nih Couple” keluar dari reader..
      asiiiiikkkk..
      gomawo..gomawo..gomawooo… #bow

  2. Wuah daebak, keren thor. Sebenarnya ya, makin panjang aku makin puas, makin suka.
    Aku reques ff genre romance sad, trus pairing sama member suju, kyuhyun, yesung atau donghae boleh ngga? Oh ya UTM jga sangat d’tnggu loh publishnya.

  3. Finally ending juga deh… Seneng akhirnya happy ending ^^
    Salut bgt sama usaha woohyun ngedapetin jiyeon lagi… Jangankan jiyeon, ∂ķΰ aja yg baca tersentuh bgt sama usaha woohyun yg bener2 romantic bgt…

    IL udh kelar niyyy… Berarti UTM siapp dilanjut donkkk kekeke (udh kepo bgt niy)

    Next project nya pengen baca ff genre marriage life ala author 😀
    Buat pairing nya ∂ķΰ sih suka KyuYeon, MINJI, Haeji, tp klo mau dipasangin MyungYeon juga gpp koq..

    Fighting authorr… Di tunggu ya ff selanjutnya
    ^^

    • gomawoyo eonni!!!!!!!!! 😀
      iya UTM sedang dalam proses..
      marrige life? ntar dicobaa..
      semoga bisa..
      heheheh..
      gomawo sekali lagiii

  4. keren keren……FF buatan author..slalu masuk dlm ff most wanted ku hehehe aq jg ga bosen2 mnunggu UTM d publish…ayo buruan d publish ^^… utk next project ff ..kyknya genre Horror , mystery bakalan serruu tuh..atau fantasy..hihihi pkoknya ttep jiyeon sbg main cast nya klo pairingnya sih..ehmm…terserah author….cari yg lebih fresh aj…bs d cb msalnya sm soojong ki hihihihi
    fighting ^^

  5. wah daebak…bener-bener keren banget eonn 😀
    pokoknya keren banget..
    oya UTM ditunggu dengan sangat loh 😀

  6. makin pjg makin bgs.busyet modalx gede amat ya woohyun penuh perjuangan knpa gak skalian melamar aja lgsg nikah,hehe maunya.kl buat ff slanjutx terserah min aj yg pntg tetap jiyeon kl ceritax q lebi suka marriage life.btw lanjutin ff yg uda ad misal under the moon ff in amat sangat dtggu kelanjutanx.fighting yg min yg caem!!!!!!!

  7. Aaaahhhh akhirnya tamat jg 😥
    Aku bakalan kangen nih sama ff ini… Huhuhu
    Authornim aku suka suka suka SUKAAAAAA banget sama ff ini, makasih ya kamu udh buat ff ini 🙂
    Ini ff woohyun-jiyeon yang sangat amat teramat aku sukai… ;D

    Ditunggu ff selanjutnya ya… Pasti bakalan aku baca, yg penting cast cewenya jiyeon… Hehehehe

    FIGHTING AUTHORNIM!!!!

  8. Jiyeon ahh, 100 letters…. dapet ide dr mana lo? HAHA
    =_=!! syukurlah, berakhir sudah 1 kewajiban g.. *BIG GRIN

    Jarhaesseo, chingu yah… JARHAESSEO! (finally)

    • ga tau dapet ide dari mana..
      itu dari jama neprteam buat IL juga udah kebayang..
      kewajiban? oh..okaii..
      terima kasih selama ini udah setia membaca

  9. Udahhh End….
    Aq puas ama ending’nya… Hihihi
    aigo perjuangan Woohyun tuk dpetin Jiyi emankk bner2 keren… ^.^ ”100 letter To Jiyeon” kyaaa >.< Kereeeen bnget thor…
    Udahh gak tau mau comment apalagi… Pokok'nya nihh FF kereeennn sangat… d^.^b

    Next FF aq mau Lead Female nya Jiyeon lagi… ^^
    Pairing'nya Daehyun B.A.P ama Jiyeon… 😀 pokok'nya terserah author dehh pairing'nya asal maincast Yeoja nya Jiyeon… Aq bklan setia baca… Kkk~
    klw Genre aq lebih suka Marriage Life ama Sad Romance tapi yg happy End bukan angst… ^^

    UTM ditunggu kelanjutan'nya… 😀

    • Jiyeon lagi yaa?
      aku juga seneng banget buatnya kalo cast nya dia mah..
      tapi kirain ada yangpengen ganti cast nyaa..
      biar ga bosen gitu..
      hohohoho

      btw..thx yaa udah ngikutin ampe abiss..
      dan selalul terakhirnya ngingetin UTM 😛
      hahahahahhaha..
      sekali gomawoso
      #bow

  10. author ah kau paling bisa membuat diriku envy se envy2 nya HAHA

    ga rugi deh nunggu lama2 buat story yg satu ini , dari awal baca selalu mendapatkan feel yg menyentuh*apalah itu bahasanya
    tapi ENDING nya kurang greget gimana gitu thor hehe

    thor pengen romance jiyeon-luhan dong atau member EXO yg lain juga gpp pleasee yah yah
    author bee dirimu adalah salah satu author yg ku KAGUMI 😀
    author DAEBAK !!!

  11. oen you’re the best!!!!
    Seriusan deh endnyaaaa daebak!!? So sweet banget woohyun memperlakukan jiyeooon.. Envy berat oen..
    Akhirnya woohyun jiyeon bersatu kembali… Menghargai banget pengorbanan jb kekekek..
    Wooyeon jjang!! Oenni jjang!!
    Ditunggu kelanjutan ff oen yg lainnya yaa

    • hahahahaha..aku yang nulisnya aja envy pas buat..
      huhuhu..
      thx taa..
      jujur FF ini sempet berniat untuk ga diterusin..
      tapi tiba2 kamu muncul di WP ini..
      hohoho..jadi semangat lagii..thx banget yaaa..
      #bow #bow #bow

  12. Akkk publish ! Baru liat :D.
    Keren eonn endingnya co cwit ;;) .
    Buat UTM nya jangan lamalama dong dong dong hufff.

    Buat next FF aku Vote
    For main cast : MyungYeon lagi hihi and yang HOT yah eonn :p

    Hwaiting !!!!**

  13. Akkkkk publish !!! Baru liaaaaaat .
    Daebak eonn endingnya co cwit 😀

    Next UTM nya jangan lama lama dong dong eonn hufffff.
    Aku mau Vote next ff
    For main cast I choose MyungYeon couple and Next Genre is HOT hihi~(˘▾˘)~ .

  14. uaahh, ‘100 letters for jiyeon’-nya sweet banget. kok woohyun oppa gak bikinin 100 surat buat aku sih ? #pllaakkk #ngarep

    ff nya gak kepanjangan kok eon. kurang malah. heheheh 😀

    oh iya, next ff aku pilih myungyeon, eon. genrenya fantasy aja deh, atau kalau bisa action ^^

    ff selanjutnya jangan lama-lama ya eon ^^ hwaiting ^^

      • iya, udah hehe ^^ bisa dong, serius banget malahan.. xD ya tapi tetep aja ada rasa takut nunggu hasilnya keke 😀
        wkwk.. bukan tapi Sunggyu keke 😀

      • lulus..lulus..
        owh heeh..ava nya juga sunggyu..
        aku juga suka..apalagi kalo udah iseng2an bareng woohyun..hehehehe..
        kamu baca UTM juga kan?

      • Aminnnn 😀 makasih eoni doanya 😀
        wkwk iya keke 😀
        bener itu bener haha.. tapi pasti yang kena imbasnya itu Sunggyu wkwk xD
        UTM? aku belum baca eoni hehe… nanti aku baca deh ya 😉 keke

      • ooowhh..
        aku kira teh kamu ke sini gara-gara udah baca UTM di HSF..hohohoho..
        okeh deehh..c u di next FF yaa ^^

      • hahah… gak eoni hehhe.. aku lagi liat2 blogroll waktu itu keke.. FFnya di post di HSF bukan? aku baca deh ya, soalnya FF eoni suka keren semua wkwkw xD

  15. wah daebakkkk akhirnya happy ending
    meskipun aku gag ngerti jalan ceritanya tapi aku suka dan kalau menurutku akhirnya kurang gereget sama fellnya kurang dapet

    eon UTM lanjut dong cepet di post ya Please

    kalau ff selanjutnya kalau aku boleh usul
    genre: Fantasy
    main castnya myungyeon couple
    kalau castnya siapa aja boleh
    ceritanya kalau kayak UTM juga boleh soalnya aku suka banget ma ff itu, gag pernah bosen bacanya juga bikin greget dan penasaran

    • hahahaha..
      ga ngerti gimana maksudnya?
      masukan duuunnkkk 😀
      thx juga buat kritiknyaa..
      eneng deeehh..

      UTM? ntar yaa..masih proses..
      hohohoho..
      thx komtarnyaa ^^

  16. Aaaaa,,,,aku kcwa thor …..
    krena aku mndkung jaebum sma jiyeon tp knsep crtanya daebak!!!
    lain kali bkin ff jiyeon jb ya dtggu….^^

  17. Thor aku sdih krna endingnya jiyeon bkan sma jaebum,,, T_T
    tp konsep crtanya ptut diacungi jempol,,b(^_~)d
    tlong bkin ff jiyeon jb dong thor,,, please

    • huahahahah..
      ntar aku buatin deh JB sama Jiyeon..
      hohoho..tapi ntar yaa..mu selesein UTM dulu kayanya..
      thx yaaa JJ shiper 😀

  18. Hwaaaa cara woohyun myakinkan jiyi tuk jdi yeoja_ny lagi sweet bnget sich… 🙂
    bikin envy…. 😀
    masa ending_ny cma bersatu gtu aja,,gak ada after story_ny nich chingu????hehehe
    next ff jiyi_ny q tunggu… 😉

    • kemaren seh kepikiran bakal buat after stroy plus cerita tentang JB
      soalnya ada beberapa yang pengen Jiyeon jadi sama JB..
      kasian juga cowo cakep itu
      hohohohoho..
      thx komentarnya yaaa

  19. Huaa..
    Nda nyangka thor, daebakk banget!
    Terus kejutan yang Woohyun kasih k Ji, WOW banget!
    Terharu aku ngebacanya..
    Pokoknya DAEBAK, DAEBAK, DAEBAK!
    Untuk ff baru bikin genre nya marriage life, romance nde thor..
    Main cast utama nya harus Ji pokoknya, hehehe..
    D pairingin sama Minho thor, jadi nya MinJi couple.. Tapi sama Myungsoo juga bisa, kekeke..
    UTM d tnggu lanjutan nya thor^^

  20. kyaaaaa
    akhir’y woohyun and jiyeon bersatu mski bnyak hlngan !!!
    jiyeon sabar y, aq akan jdi pendukung x’n
    anggap aq ad d dlan video itu y ” jiyeon and woohyun semoga x’n b’bahagia, jgn melihat ke belakang
    jgn pkir’n org laen tp ckup pikir’y perasaan x’n yg slma ini menderita hnya utk mempertahan’n hbngan mrka
    jgn pkir’n antis krna antis itu cuma iri, antis itu gx lbih baik dri x’n
    hwaiting woohyun and jiyeon
    사랑해요

    next ff laen, jgn lma apa lgi (everything happen)under the moon
    aq tnggu bnget

    • UTM udha aku post di HSF..
      udha liat blm?
      heheheheh

      btw thx ya komentarnyaaa..
      hohohoho..
      sering2 jenguk ne WP yaaa..
      sapa tau ada yang baru..
      hahahahahaah
      gomawooooooooo

  21. Akhirnya, mr. Nam bisa bersatu dg Mrs. Park (?)
    Aduh Namu Jjik jjik kenapa kamu ga se so sweet itu sama aku =_=”
    Aaaa eon bikin envy tau ih, itu Namu…

    Apaaa itu pak Jungyeop nyempil hahaha, aduh bapak Woollim satu ini ingin eksis rupanya.

    Bagus eon, sering2 itu bikin FFnya, tp jgn kelamaan, nanti aku lupa, aku sempet lupa soalnya sama FF ini :(( *miris*

  22. Akhirnya happy ending ^_^,ngebut aku bacanya. Ini ff woohyun-jiyeon yg benar2 ku suka banget. Benar2 Daebak ffnya. Terus terang salut banget ama JB mau berkorban,good job. Dan perjuangan woohyun jg so sweet, pokoknya dae to the bak!!
    Ditunggu ff yg lain lagi, klau bs ku request Kai EXO-Jiyeon dong genrenya misteri tapi bukan horor atau Himchan BAP-Jiyeon genrenya terserah author deh :D. Oiya,habis ini ku mau baca ff UTM yg di HSS:D

  23. Cicii.. daebak jjang!! Mansee woohyun jiyeon!! Hahaaha.. sy baca dr awal-akhir lohhh.. ;;) hahahaha
    keren bgt ciii.. wkwkk

  24. min di lanjut dong under the moonnya ,,,
    kok smpe skrng gk di lanjut-lanjut sih ..
    kan seru ..
    secepetnya dong di lanjut

  25. satu kata buat author: D.A.E.B.A.K.! banget banget banget!
    salah satu ff terbaik n terfavorit yg pernah aku baca deh.. walau cast cowonya bkn fav aku, tp ceritanya oke bgt dr awal sampe akhir. daebaaaak ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s